Wednesday, November 11, 2015

Abang Iboy

Hari ini September, 22, 2009, barusan nelpon Abang, Ibu, Dekdin dll... Alhamdulillah 2 th kemudian setelah cerita dibawah ini, Abang Iboy tercinta dipercayakan untuk menduduki jabatan sebagai ketua DPR Kotamadya Banda Aceh. Selamat untuk Abang, mudah2an Abang bisa menjalankan amanat rakyat dengan sebaik2nya... Uchi percaya, Insya Allah bisa Abang bisa menjalankan tugas yang berat ini dengan baik... dekatlah selalu dengan rakyat, terutama mereka yang benar2 membutuhkan bantuan utk dilirik oleh pemerintah... Selamat bertugas Abangku sayang.. Bismillah... Cerita dibawah ini ditulis untuk Agha dan Shifa di tahun 2007 :) ------ Buat pembaca hari ini hmm ceritanya agak panjang, jadi luruskan kaki, ambil kupi dulu.... baru baca...:) Cerita hari ini khusus untuk Papa Boy atau Mama panggilnya "Abang Iboy" ... Hari ini (15.03.07) Mama di kasih tau Papa kalau nama Papa Boy "Yudi Kurnia" Abang Mama ada di Serambi Indonesia online sebagai salah satu calon ketua Partai Demokrat di tingkat Kotamadya Banda Aceh. Waw… bangga sekali rasanya Mama, gimana enggak…. Kok bisa2nya Abang Mama tercinta ini akhirnya memutuskan diri untuk terjun serius ke ajang politik. Sesuatu yang rasanya tidak pernah terbayangkan. Dari sejak Mama kecil, pengaruh Abang Boy terhadap Mama begitu besar. Apa yang menjadi hobinya adalah hobi Mama juga. Salah satu pengaruhnya adalah kesukaannya pada musik2 mulai dari rock sampai jazz, seperti Queen, Bryan Adams, Lee Ritenour, Michael Frank, Sting, The Police, Bon Jovi, Iwan Fals dll, menjadi musik kesukaan Mama juga hingga saat ini.# Waktu SMP/SMA Abang dikenal "agak badung" tetapi dia tidak pernah menyakiti orang lain. "Badung" disini maksudnya dia "berani" bersikap lain dan tidak terlalu "patuh" ... hehehe. Di SMP/SMA Abang Iboy termasuk ngetop. Hampir semua kenal Abang termasuk penjual di kantin dan tukang bersih2 sekolah. Karena Abang cukup ngetop, Mamapun ketularan ngetop dan dipanggil "Adik Yudi"… hehe… Kalau Mama lagi jajan dikantin dan berdesak2an dengan teman2 lain, si penjual di kantin bilang, awas, ini untuk adik Yudi dulu… hahaha… Kecintaannya pada dunia musik begitu tinggi, sehingga dia pernah mendapatkan gelar "the best Bassist" di kota Banda Aceh. Pada saat itu grub bandnya "Galapagos" memang menjadi salah satu grup musik terbaik di kota Banda Aceh (th 1980-an). Bagusnya hobi musiknya ini di dukung almarhum Ayah, yang saat itu sering berobat ke Singapore. Beliau sengaja membelikan seperangkat alat musik Bass yang canggih di Singapore untuk mendukung bakat Abang. Selain itu Ayah juga sering hadir kalau Abang Iboy manggung. Selain pinter main musik, suara Abang Iboy bagus sekali. Mama paling senang dengar suara Abang Iboy menyanyi… kalau sedang karaoke apalagi… cool abis!!!. Waktu SD Abang pernah mewakili SD1 ke Jakarta mengikuti acara "Bina Vokalia" asuhan Pranajaya. Waktu itu rasanya hebat sekali bisa dikirim ke Jakarta. Waktu SMP Abang sering manggung untuk acara2 di SMP. Pernah waktu Mama kelas 1 SMP dan Abang kelas 3 SMP, Mama bersama beberapa teman nonton musik di lapangan SMP1, kebetulan saat itu abang Iboy yang lagi nyanyi dan maen gitar. Teman baik Mama... ehemmm tante Ephi bilang gini "Ihh.. aku suka kalilah liat abang yang nyanyi itu,… suaranya bagus kali… idola kalilah aku".. hehe… Mamakan heran, kok bisa2nya Ephi bilang gitu.. rupanya dia ga tau kalau yang nyanyi itu Abangnya Mama… Kalau tau, barangkali Ephi ga kan ngomong gitu... Terus Mama bilang gini "Phi, yang nyanyi itu Abang Iboy, abangku"… "hah?... Ya ampuuun Chi… malu kali akuuu…" .. hehe… ga papa kok Phi... sekarangkan dah nemu idola yang sebenarnya? :)... Abang, Uchi selalu bangga dan sayang sama Abang… Di SMP/SMA memang yang namanya Abang Iboy tu "agak malas" sama yang namanya belajar. Sayang rasanya… kenapa? Karna otaknya itu pinter sekali… tapi ga diasahnya… ga diasah aja… tetap aja pinter… apalagi kalau diasah.. jenius kali jadinya ya? Hehe Tapi walaupun begitu temannya seabreg2… Sampai pernah bikin group segala judulnya FAVO… hehe… entah apapun artinya. Saat SMP teman2nya yang paling akrab adalah bang Risnan (telah wafat akibat tsunami, smoga arwahnya diterima Allah SWT)), bang Ivan, dan bang Taufik. Setelah itu sejak di SMA semakin bertambah seperti bang Baron, bang Adoel, bang Ampon, bang Poel dll… Sampai sekarang abang Iboy masih punya hubungan baik dengan teman2nya. Waktu di SMA, saking badungnya akhirnya gurunya ga tahan ngeliat dia, dan mengangkat Abang jadi ketua kelas dengan harapan badungnya hilang… hihi.. dasar… Biar begitu, Abang punya rasa toleransi yang tinggi sekali. Pernah waktu SMP Ayah harus di rawat di rumah sakit. Nah, mau ga mau Abang Iboy yang bertugas mengantarkan kami adik2nya ke sekolah, setelah itu diapun harus menjemput Ibu di rumah dan mengantarkan Ibu yang ingin menjenguk Ayah di rumah sakit. Akibatnya Abang jadi telat masuk ke sekolah. Waktu itu di SMP 1 siapa yang telat akan dihukum yaitu harus memersihkan halaman kebun sekolah. Jadilah si Abang membersihkan kebun sekolah setiap hari selama Ayah di rumah sakit. Suatu hari salah satu gurunya yang kebetulan teman Ibu ketemu sama Ibu di rumah sakit. Gurunya bilang, kenapa Iboy selalu telat kalau sekolah... "Oh... dia harus mengantarkan adik2nya dan juga saya ke rumah sakit, tapi dia ga pernah bilang kalau dia jadi telat ke sekolah". "Masya Allah, rupanya itu alasannya..".kata gurunya kaget... hehe.. gurunya jadi sedikit menyesal jadinya.. Tapi itulah Abang... kalau dia udah membantu, ga banyak komentar walaupun dirinya sendiri merugi. Cerita lain lagi waktu selesai SMA, Ayah paling kuatir, kalau2 Abang ga lulus masuk Universitas, abis malas belajar sih.. maunya main gitar mulu! Tapi ternyata Abang bisa masuk ke Universitas dan fakultas impian Ayah pula yaitu Fakultas Ekonomi Unsyiah.. Hihi.. Mama melihat senyum kemenangan Ayah... bangga dan senang.. Ayah bahkan langsung bikin hajatan kenduri syukuran dan mengundang anak yatim.. Ayah Ayah segitu bangganya Ayah sama Abang .... Cerita lain lagi, soal musik nih.... saking gilanya ama musik, rupanya Abang Iboy kurang puas sekolah di Fakultas Ekonomi. Jadi waktu tahun ke-3 UMPTN bareng dengan Mama, rupanya Abang ikutan juga dan memilih jurusan Etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara (USU). Ternyata Mama justru ga lulus UMPTN :(, Abang lulus :). Saat pengumuman kelulusan kebetulan Abang Iboy, Mama & Ayah lagi liburan di Jakarta, tapi dia ga tau menahu kalau dia lulus. Ayah bilang, "Jangan kasih tau abang, diam2 aja.." hihi... Ayah kuatir rupanya kalau Abang ngambil jurusan musik... Anyway, Alhamdulillah Abang akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahnya di Fak Ekonomi Unsyiah berkat dukungan istrinya tercinta. Saat kami masih sekolah (waktu itu Mama di Politeknik Lhokseumawe, adik2 Mama Ayah Dhien, Bunda Niek masih di SMA) dan Abang Iboy baru masuk semester ke 5 di Unsyiah, Ayah tercinta meninggal dunia karena diabetes. Abang Iboy yang saat itu masih kuliah dan terbilang muda (23 tahun) langsung mengambil alih posisi Ayah. Dibantu adik Ayah (Almarhum Om Lah, telah wafat karena tsunami) dan Jida Aceh, Abang kembali menjalankan usaha Ayah sebagai kontraktor dan usaha toko buku dan alat2 tulis "Karya Budi" di jalan Merduati, Banda Aceh. Dengan usahanya Abang membiayai kami adik2nya untuk sekolah dan kuliah. Saat Mama lulus di Politeknik, abang Iboy dengan bangga juga hadir bersama Jida dan Bunda. Di usia 25 tahun Abang Iboy menikah dengan Kak Ipak. Saat itu Mama melanjutkan kuliah di Teknik Elektro, ITS Surabaya. Walaupun biaya cukup tinggi, Abang tetap konsisten membantu membiayai kuliah Mama dan tidak pernah mengeluh. Bahkan sesekali Mama dibolehkan pulang liburan ke Aceh naik pesawat... so cool :). Alhamdulillah Ayah Dhien, adik Mama yang bungsu, bekerja sebagai pilot di Merpati Airlines di Jakarta. Akhirnya biaya kuliah Mama di Surabaya di ambil alih oleh Ayah Dhien, sesekali masih juga Abang mengirim uang atau biaya tiket pesawat. Ah... betapa bahagianya Mama punya saudara2 sekandung yang saling mengerti dan membantu satu sama lain. Alhamdulillah selesai kuliah di Jakarta Mama langsung mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan Satelit di Jakarta dan kemudian mendapat beasiswa kuliah di Jerman dan saat ini bekerja di Nokia Siemens Network sebagai Research Engineer di Munich, Jerman, dan tinggal dengan orang2 tercinta Mama yaitu Papa, Agha dan dek Shifa. Ga kebayang rasanya kalau saat itu enggak ada Abang Iboy yang membantu kami adik2nya untuk bangkit dan bisa sekolah dan bekerja seperti sekarang. Bunda Niek yang bekerja sebagai dosen di Unsyiah saat ini sedang mengambil Doktor di Eindhoven, Belanda untuk jurusan Sipil. Ayah Dhien saat ini sudah menjadi Pilot di Jeddah, Saudi Arabia. Semua adik2nya sudah melanglang buana, Alhamdulillah berkat bantuan Abang Iboy "Terima kasih Abang untuk semua usaha, kesetiaan dan keikhlasanmu membantu kami adik-adikmu" Satu cerita yang paling menyentuh dan membanggakan adalah pada saat terjadi tsunami. Rumah Abang juga terkena banjir hingga hampir seluruh rumah tenggelam. Alhamdulillah semua anak2 dan istrinya ada di rumah pada saat kejadian. Dengan cepat Abang mengambil keputusan untuk menjebol atap rumahnya agar dia dan keluarganya bisa terhindar dari banjir tsunami. Dengan sekuat tenaga yang entah darimana datangnya, Alhamdulillah Abang Iboy berhasil menyelamatkan istri dan anak2nya. Setelah kejadian tsunami banyak orang2 di Banda Aceh yang menyelematkan dirinya keluar kota. Tidak begitu dengan Abang Iboy, cukup istri, anak dan Ibu saja yang menyelamatkan diri keluar kota, Abang Iboy ngotot bertahan di Aceh dengan alasan, enggak ada orang lain yang bantu, kalau kita sendiri ga ikut bantu orang2 disini. Jadilah Abang Iboy, yang saat itu akibat terseok2 berjalan di banjir untuk mencari Jida di Geuceu, kakinya sempat tetanus karena kena paku. Tapi tetap aja Abang bertahan di Aceh dan membantu menyalurkan bantuan kepada orang2 yang membutuhkan. Termasuk ikut membantu Papa kita yang juga saat itu terbang dari Jerman khusus untuk memberikan pertolongan pertama pada orang2 yang membutuhkan. Bersama 3 buah hatinya yang cantik2 dan pintar (Nabila, Vega dan Shirley) ditemani istrinya tercinta, kita doaakan agar Abang bisa berhasil terjun ke dunia politik dan tetap konsisten untuk membantu masyarakat di Aceh khususnya. "Bravo Abang!!! We are really proud of you... you are the best candidate ever!!!" PS: Cerita ini ditulis pas baru baja berita di Serambi minggu lalu. Barusan nelpon ke Aceh dan di kasih tau kalau ternyata Abang menang sebagai ketua PD di kotamadya Banda Aceh, CONGRATS!!!
Foto by: Riva Syamsuddin (thanks Eva!)
22.09.2009 Alhamdulillah 2 th kemudian Abang berhasil menduduki jabatan sebagai ketua DPR Kotamadya Abanda Aceh, selamat Abangku sayang.... ingat selalu tugas Abang sebagai "wakil rakyat".... Doa kami selalu untuk Abang agar bisa menjalankan tugas dengan baik.... Bismillah...