Wednesday, November 11, 2015

Abang Iboy

Hari ini September, 22, 2009, barusan nelpon Abang, Ibu, Dekdin dll... Alhamdulillah 2 th kemudian setelah cerita dibawah ini, Abang Iboy tercinta dipercayakan untuk menduduki jabatan sebagai ketua DPR Kotamadya Banda Aceh. Selamat untuk Abang, mudah2an Abang bisa menjalankan amanat rakyat dengan sebaik2nya... Uchi percaya, Insya Allah bisa Abang bisa menjalankan tugas yang berat ini dengan baik... dekatlah selalu dengan rakyat, terutama mereka yang benar2 membutuhkan bantuan utk dilirik oleh pemerintah... Selamat bertugas Abangku sayang.. Bismillah... Cerita dibawah ini ditulis untuk Agha dan Shifa di tahun 2007 :) ------ Buat pembaca hari ini hmm ceritanya agak panjang, jadi luruskan kaki, ambil kupi dulu.... baru baca...:) Cerita hari ini khusus untuk Papa Boy atau Mama panggilnya "Abang Iboy" ... Hari ini (15.03.07) Mama di kasih tau Papa kalau nama Papa Boy "Yudi Kurnia" Abang Mama ada di Serambi Indonesia online sebagai salah satu calon ketua Partai Demokrat di tingkat Kotamadya Banda Aceh. Waw… bangga sekali rasanya Mama, gimana enggak…. Kok bisa2nya Abang Mama tercinta ini akhirnya memutuskan diri untuk terjun serius ke ajang politik. Sesuatu yang rasanya tidak pernah terbayangkan. Dari sejak Mama kecil, pengaruh Abang Boy terhadap Mama begitu besar. Apa yang menjadi hobinya adalah hobi Mama juga. Salah satu pengaruhnya adalah kesukaannya pada musik2 mulai dari rock sampai jazz, seperti Queen, Bryan Adams, Lee Ritenour, Michael Frank, Sting, The Police, Bon Jovi, Iwan Fals dll, menjadi musik kesukaan Mama juga hingga saat ini.# Waktu SMP/SMA Abang dikenal "agak badung" tetapi dia tidak pernah menyakiti orang lain. "Badung" disini maksudnya dia "berani" bersikap lain dan tidak terlalu "patuh" ... hehehe. Di SMP/SMA Abang Iboy termasuk ngetop. Hampir semua kenal Abang termasuk penjual di kantin dan tukang bersih2 sekolah. Karena Abang cukup ngetop, Mamapun ketularan ngetop dan dipanggil "Adik Yudi"… hehe… Kalau Mama lagi jajan dikantin dan berdesak2an dengan teman2 lain, si penjual di kantin bilang, awas, ini untuk adik Yudi dulu… hahaha… Kecintaannya pada dunia musik begitu tinggi, sehingga dia pernah mendapatkan gelar "the best Bassist" di kota Banda Aceh. Pada saat itu grub bandnya "Galapagos" memang menjadi salah satu grup musik terbaik di kota Banda Aceh (th 1980-an). Bagusnya hobi musiknya ini di dukung almarhum Ayah, yang saat itu sering berobat ke Singapore. Beliau sengaja membelikan seperangkat alat musik Bass yang canggih di Singapore untuk mendukung bakat Abang. Selain itu Ayah juga sering hadir kalau Abang Iboy manggung. Selain pinter main musik, suara Abang Iboy bagus sekali. Mama paling senang dengar suara Abang Iboy menyanyi… kalau sedang karaoke apalagi… cool abis!!!. Waktu SD Abang pernah mewakili SD1 ke Jakarta mengikuti acara "Bina Vokalia" asuhan Pranajaya. Waktu itu rasanya hebat sekali bisa dikirim ke Jakarta. Waktu SMP Abang sering manggung untuk acara2 di SMP. Pernah waktu Mama kelas 1 SMP dan Abang kelas 3 SMP, Mama bersama beberapa teman nonton musik di lapangan SMP1, kebetulan saat itu abang Iboy yang lagi nyanyi dan maen gitar. Teman baik Mama... ehemmm tante Ephi bilang gini "Ihh.. aku suka kalilah liat abang yang nyanyi itu,… suaranya bagus kali… idola kalilah aku".. hehe… Mamakan heran, kok bisa2nya Ephi bilang gitu.. rupanya dia ga tau kalau yang nyanyi itu Abangnya Mama… Kalau tau, barangkali Ephi ga kan ngomong gitu... Terus Mama bilang gini "Phi, yang nyanyi itu Abang Iboy, abangku"… "hah?... Ya ampuuun Chi… malu kali akuuu…" .. hehe… ga papa kok Phi... sekarangkan dah nemu idola yang sebenarnya? :)... Abang, Uchi selalu bangga dan sayang sama Abang… Di SMP/SMA memang yang namanya Abang Iboy tu "agak malas" sama yang namanya belajar. Sayang rasanya… kenapa? Karna otaknya itu pinter sekali… tapi ga diasahnya… ga diasah aja… tetap aja pinter… apalagi kalau diasah.. jenius kali jadinya ya? Hehe Tapi walaupun begitu temannya seabreg2… Sampai pernah bikin group segala judulnya FAVO… hehe… entah apapun artinya. Saat SMP teman2nya yang paling akrab adalah bang Risnan (telah wafat akibat tsunami, smoga arwahnya diterima Allah SWT)), bang Ivan, dan bang Taufik. Setelah itu sejak di SMA semakin bertambah seperti bang Baron, bang Adoel, bang Ampon, bang Poel dll… Sampai sekarang abang Iboy masih punya hubungan baik dengan teman2nya. Waktu di SMA, saking badungnya akhirnya gurunya ga tahan ngeliat dia, dan mengangkat Abang jadi ketua kelas dengan harapan badungnya hilang… hihi.. dasar… Biar begitu, Abang punya rasa toleransi yang tinggi sekali. Pernah waktu SMP Ayah harus di rawat di rumah sakit. Nah, mau ga mau Abang Iboy yang bertugas mengantarkan kami adik2nya ke sekolah, setelah itu diapun harus menjemput Ibu di rumah dan mengantarkan Ibu yang ingin menjenguk Ayah di rumah sakit. Akibatnya Abang jadi telat masuk ke sekolah. Waktu itu di SMP 1 siapa yang telat akan dihukum yaitu harus memersihkan halaman kebun sekolah. Jadilah si Abang membersihkan kebun sekolah setiap hari selama Ayah di rumah sakit. Suatu hari salah satu gurunya yang kebetulan teman Ibu ketemu sama Ibu di rumah sakit. Gurunya bilang, kenapa Iboy selalu telat kalau sekolah... "Oh... dia harus mengantarkan adik2nya dan juga saya ke rumah sakit, tapi dia ga pernah bilang kalau dia jadi telat ke sekolah". "Masya Allah, rupanya itu alasannya..".kata gurunya kaget... hehe.. gurunya jadi sedikit menyesal jadinya.. Tapi itulah Abang... kalau dia udah membantu, ga banyak komentar walaupun dirinya sendiri merugi. Cerita lain lagi waktu selesai SMA, Ayah paling kuatir, kalau2 Abang ga lulus masuk Universitas, abis malas belajar sih.. maunya main gitar mulu! Tapi ternyata Abang bisa masuk ke Universitas dan fakultas impian Ayah pula yaitu Fakultas Ekonomi Unsyiah.. Hihi.. Mama melihat senyum kemenangan Ayah... bangga dan senang.. Ayah bahkan langsung bikin hajatan kenduri syukuran dan mengundang anak yatim.. Ayah Ayah segitu bangganya Ayah sama Abang .... Cerita lain lagi, soal musik nih.... saking gilanya ama musik, rupanya Abang Iboy kurang puas sekolah di Fakultas Ekonomi. Jadi waktu tahun ke-3 UMPTN bareng dengan Mama, rupanya Abang ikutan juga dan memilih jurusan Etnomusikologi di Universitas Sumatera Utara (USU). Ternyata Mama justru ga lulus UMPTN :(, Abang lulus :). Saat pengumuman kelulusan kebetulan Abang Iboy, Mama & Ayah lagi liburan di Jakarta, tapi dia ga tau menahu kalau dia lulus. Ayah bilang, "Jangan kasih tau abang, diam2 aja.." hihi... Ayah kuatir rupanya kalau Abang ngambil jurusan musik... Anyway, Alhamdulillah Abang akhirnya berhasil menyelesaikan kuliahnya di Fak Ekonomi Unsyiah berkat dukungan istrinya tercinta. Saat kami masih sekolah (waktu itu Mama di Politeknik Lhokseumawe, adik2 Mama Ayah Dhien, Bunda Niek masih di SMA) dan Abang Iboy baru masuk semester ke 5 di Unsyiah, Ayah tercinta meninggal dunia karena diabetes. Abang Iboy yang saat itu masih kuliah dan terbilang muda (23 tahun) langsung mengambil alih posisi Ayah. Dibantu adik Ayah (Almarhum Om Lah, telah wafat karena tsunami) dan Jida Aceh, Abang kembali menjalankan usaha Ayah sebagai kontraktor dan usaha toko buku dan alat2 tulis "Karya Budi" di jalan Merduati, Banda Aceh. Dengan usahanya Abang membiayai kami adik2nya untuk sekolah dan kuliah. Saat Mama lulus di Politeknik, abang Iboy dengan bangga juga hadir bersama Jida dan Bunda. Di usia 25 tahun Abang Iboy menikah dengan Kak Ipak. Saat itu Mama melanjutkan kuliah di Teknik Elektro, ITS Surabaya. Walaupun biaya cukup tinggi, Abang tetap konsisten membantu membiayai kuliah Mama dan tidak pernah mengeluh. Bahkan sesekali Mama dibolehkan pulang liburan ke Aceh naik pesawat... so cool :). Alhamdulillah Ayah Dhien, adik Mama yang bungsu, bekerja sebagai pilot di Merpati Airlines di Jakarta. Akhirnya biaya kuliah Mama di Surabaya di ambil alih oleh Ayah Dhien, sesekali masih juga Abang mengirim uang atau biaya tiket pesawat. Ah... betapa bahagianya Mama punya saudara2 sekandung yang saling mengerti dan membantu satu sama lain. Alhamdulillah selesai kuliah di Jakarta Mama langsung mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan Satelit di Jakarta dan kemudian mendapat beasiswa kuliah di Jerman dan saat ini bekerja di Nokia Siemens Network sebagai Research Engineer di Munich, Jerman, dan tinggal dengan orang2 tercinta Mama yaitu Papa, Agha dan dek Shifa. Ga kebayang rasanya kalau saat itu enggak ada Abang Iboy yang membantu kami adik2nya untuk bangkit dan bisa sekolah dan bekerja seperti sekarang. Bunda Niek yang bekerja sebagai dosen di Unsyiah saat ini sedang mengambil Doktor di Eindhoven, Belanda untuk jurusan Sipil. Ayah Dhien saat ini sudah menjadi Pilot di Jeddah, Saudi Arabia. Semua adik2nya sudah melanglang buana, Alhamdulillah berkat bantuan Abang Iboy "Terima kasih Abang untuk semua usaha, kesetiaan dan keikhlasanmu membantu kami adik-adikmu" Satu cerita yang paling menyentuh dan membanggakan adalah pada saat terjadi tsunami. Rumah Abang juga terkena banjir hingga hampir seluruh rumah tenggelam. Alhamdulillah semua anak2 dan istrinya ada di rumah pada saat kejadian. Dengan cepat Abang mengambil keputusan untuk menjebol atap rumahnya agar dia dan keluarganya bisa terhindar dari banjir tsunami. Dengan sekuat tenaga yang entah darimana datangnya, Alhamdulillah Abang Iboy berhasil menyelamatkan istri dan anak2nya. Setelah kejadian tsunami banyak orang2 di Banda Aceh yang menyelematkan dirinya keluar kota. Tidak begitu dengan Abang Iboy, cukup istri, anak dan Ibu saja yang menyelamatkan diri keluar kota, Abang Iboy ngotot bertahan di Aceh dengan alasan, enggak ada orang lain yang bantu, kalau kita sendiri ga ikut bantu orang2 disini. Jadilah Abang Iboy, yang saat itu akibat terseok2 berjalan di banjir untuk mencari Jida di Geuceu, kakinya sempat tetanus karena kena paku. Tapi tetap aja Abang bertahan di Aceh dan membantu menyalurkan bantuan kepada orang2 yang membutuhkan. Termasuk ikut membantu Papa kita yang juga saat itu terbang dari Jerman khusus untuk memberikan pertolongan pertama pada orang2 yang membutuhkan. Bersama 3 buah hatinya yang cantik2 dan pintar (Nabila, Vega dan Shirley) ditemani istrinya tercinta, kita doaakan agar Abang bisa berhasil terjun ke dunia politik dan tetap konsisten untuk membantu masyarakat di Aceh khususnya. "Bravo Abang!!! We are really proud of you... you are the best candidate ever!!!" PS: Cerita ini ditulis pas baru baja berita di Serambi minggu lalu. Barusan nelpon ke Aceh dan di kasih tau kalau ternyata Abang menang sebagai ketua PD di kotamadya Banda Aceh, CONGRATS!!!
Foto by: Riva Syamsuddin (thanks Eva!)
22.09.2009 Alhamdulillah 2 th kemudian Abang berhasil menduduki jabatan sebagai ketua DPR Kotamadya Abanda Aceh, selamat Abangku sayang.... ingat selalu tugas Abang sebagai "wakil rakyat".... Doa kami selalu untuk Abang agar bisa menjalankan tugas dengan baik.... Bismillah...

Sunday, April 29, 2012

Museum Komik Tintin di Bruessel


Untuk kita2 yang besar di era 80-an, siapa sih yang ga kenal Tintinnya Herge? Termasuk Mamanya Agha dan Shifa yang penggemar berat Tintin. Sebagai fansnya Tintin, untuk melihat museum Tintin secara langsung tentu saja merupakan hal yang luar biasa. Nah, akhirnya kesempatan ini datang juga waktu kami ke Bruessel Belgia, Agustus 07.

Saat itu kami liburan ke Eindhoven, Belanda dan sudah merencanakan untuk liburan 2 hari di Bruessel. Ternyata jarak Eindhoven - Bruessel sangat dekat, hanya memakan waktu sekitar 2 - 2,5 jam (www.ns.nl) melalui kota Roosendaal dan langsung menuju Bruessel. Sesampai di Bruessel cukup kaget juga melihat suasana stasiunnya di bawah... The bronx sekaleeee... seereeem.. hehehe... ternyata stasiun bawah Bruessel sedang diperbaiki... that's why... Sampe diatas stasiun... Wow! Cantik sekali kota Bruessel memang... kami secepatnya menuju ke lokasi hotel (Hotel Charlemagne) yang ternyata dekat sekali dengan kantor besar European Union yang memang markas besarnya di Bruessel. Selesai check in dan ngurusin makan anak2 bentar, kami langsung menuju target utama... museum Tintin!


Ternyata untuk mencapai museum Tintin tidaklah segampang yang kami bayangkan. Setelah turun di halte, kami menanyakan ke seseorang dimanakah letak "Comic Strip Museum" atau lebih dikenal dengan "Tintin Museum". Eh.. ternyata kami malah ditunjuk ke Museum kerajaan Belgia. Dari sana kami tanya di informasi museum, barulah dapat petunjuk yang jelas.


Akhirnya kami memilih berjalan kaki menuju kesana sambil mendorong 2 Kinderwagen dan berpanas2 ria... huaahh.... Mana Agha bentar2 nanya,... "Mana Tintinnya Mama? Agha mau liat..."... Memang ni.. Agha sama kayak Mamanya yang penggemar berat Tintin... bedanya Agha umur 4 tahun udah bisa ke Museum Tintin, Mamanya harus nunggu bertahuuun tahuuun.. hehe Akhirnya kita ketemu 3 laki2 yang kelihatannya mau makan siang. Kami tanya lagi ke mereka dimana, eh ternyata satu arah dengan restoran tujuan mereka juga. Uh... ternyata harus turun tangga pula ni.. bayangin dengan 2 Kinderwagen... tinggi pula tangganya... Sesampai di bawah harus nanya lagi... Eh... ga taunya museumnya udah di depan mata... Hihi.. iya ni.. museumnya dari luar enggak ada tampang museum sama sekali.. kirain toko buku komiiik tadi.... Yeah... here we gooooooo..... Wow! Yang pertama terlihat adalah pesawat roket yang dipakai Kapten Haddock, Tintin, Professor Calculus, Snowy, Tompson and Tomson, di "Penerbangan ke Bulan" or "Destination Moon"... langsunglah potret2... ada pula patung Tintin, Calculus dan kapten Haddock dalam pakaian ruang angkasanya... Ada miniatur "Patung Kuping Belah" (The Broken Ear) Arumbaya, tongkatnya "Tongkat Raja Ottokar" (The Ottokar Sceptre), de el el yang sungguh sangat menarik! Perlu diketahui, kota Bruessel dikenal sebagai gudangnya pengarang komik. Sebut saja Tintin (Herge), Smurf (Peyo), Lucky Luke (Morris) yang kesemua pengarangnya adalah orang Belgia. Siapa sangka kalau museum ini dulunya adalah Department Store yang cukup besar yang dibangun oleh arsitek terkenal Belgia pada tahun 1906, Victor Horta. Ternyata Museum komik ini dibangun oleh sebuah grup kecil penggemar komik di Belgia. Uniknya museum yang terdiri dari 3 lantai ini ini berisikan sketsa, memorabililia, naskah asli dari komik2 terkenal itu. Yang mendominasi museum ini tentu saja Tintin and the gank... ada pula pojok Lucky Luke dengan bar dan bayangan Lucky Luke... "menembak lebih cepat dari bayangannya sendiri" :) Ada pula pojok Smurf dengan miniatur desanya... Johan dan Pirlouit, Tanguy and Laverdure, Spirou... de el el...


Ternyata setelah didahului oleh Felix ditahun 1910, Popeye tahun 1930... barulah muncul era Tintin di tahun 1960-an.



Aduh senang sekali rasanya bisa menikmati Museum komik ini... serasa dekat dengan Tintin yang selama ini dibaca ceritanya berulang2 dan sekarang Aghapun menikmati DVDnya berulang2... Bagus juga sih... Agha jadi bisa ngerti sedikit2 bahasa Inggris.. terutama... "Come on Snowy"... "Hei... look out!"... "hands up! No joke!" ... hehehe... Ngomong2... cukup berkesan juga melihat kota Bruessel dan komik yang sangat erat hubungannya. Ga heran kalau dimana2... hampir disetiap pojok ada gambar besar komik2 Bruessel yang juga terkenal di seluruh dunia. Bahkan lukisan2 besar berupa komik2 inipun bisa kita jumpai didinding bangunan2, stasiun2 bawah tanah... cool! Ini sempat nemu link foto2 komik yang tersebar di Bruessel... really... Bruessel emang benar2 sebuah kota komik!!!



Hm... apa ini restoran "The Blue Lotusnya" Tintin? Hehe.. I don't think so... :)


Oya... asiknya lagi... ada toko khusus yang menjual "hanya" souvenir Tintin dan kawan2. Ditoko ini bisa kita peroleh T-Shirt, alat2 tulis, poster, gantungan kunci, gantungan kulkas... Ah.. Mama si Agha bolak balik aja ke Tintin Shop... entah apapun yang dibelinya.. hehe...


Mama exciting di depan Tintin Shop "La Boutique Tintin"




Alamat Comic Strip Museum: http://www.cbbd.be/ Belgian Center for Comic Strips 20 rue des Sables, Brussels Tel: (322) 219.19.80Fax: (322) 219.23.76


La Boutique Tintin (Tintin Shop):


Heuvelstraat 13 Rue de la CollineBrussels, BRU 1000 Belgium +32 2 514 4831 Open Hours: 10a-6p M-Sa, 11a-5p Su Other Links: http://www.tintin.com/ http://www.brusselsmuseums.be/en/home/index.php http://www.opt.be/contenus/tourisme/en/720.html

Tuesday, February 28, 2012

Web 2.0?

Nah apa pula itu? Masih ingat ga jaman dulu waktu pertama sekali kenal sama internet? Walaupun internet udah digunakan sejak 1980-an (aslinya sih di temukan 1960-an), tapi boomingnya dot.com kan baru di mulai di era 1990-an. Aku sendiri baru mulai kenal modem waktu kuliah di ITS Sby tahun 1995, sambil nyambi kerja di perusahaan Jepang. Uaah... rasanya top banget bisa browser http://www.whitehouse.gov/ atau .org ya... hihi... Tahun 1996 mulai kerja di perusahaan satelit di Jakarta, baru deh bisa beli komputer and modem sendiri. Saat itu harga modem luar biasa mahal. Masih terngiang-ngiang di telingaku gimana suara modem setiap ku dial... to tet to tet... udah itu putusss... sambung lagiiii... :D Hobiku waktu itu... apalagi kalau bukan ngebrowser and chatting.. huehehehe... Maklumlah.. masih single kan.. IRC, ICQ, Yahoo.... sampe chat room bikinan sendiri :) Nah, seingatku di tahun 1997... internet itu udah semakin dikenal dan dipakai banyak orang karena pemakaiannya yang semakin mudah. Tapi internet saat itu masih dipakai orang-orang"tertentu". Maksudnya tingkat pemakaian masih terbatas pada kalangan professional atau mahasiswa dan sebagainya. Saat itu perusahaan2 kecil atau besar sudah mulai memakai sarana internet untuk promosi atau memperkenalkan perusahaannya. Kalangan individual mulai membuat web site pribadi yang isinya ya tentang keluarganya atau sekedar hanya foto-foto. Paling hebat, orang bisa kasih komentar di guest book :). Akupun enggak mau kalah dong... belajar dari Cessy my very best friend di PSN yang sekarang udah kerja di ITU, Geneva ... Waktu itu belajarnya pake frontpage n sedikit knowledge untuk HTML. Udah gitu hobinya bikin banyak web site n ganti-ganti mulu ... geocities yang paling beken waktu itu... I think terakhir kali aku bikin website pake geocities setelah Agha lahir. Check this out... http://www.geocities.com/agha_fariadianto/ ... hihihihi... Sebelumnya pas sekolah ngambil S2 juga sempat bikin web site, check this out http://zeus.fh-brandenburg.de/~andriani/ :) Sayangnya ada web yang sempat kubikin waktu di Duesseldorf hilang tak berbekas... maklum lah gratisan... :) Waktu itu aku udah mulai bikin web semacam ide blog kayak sekarang ini. Jadi aku cerita tentang pengalamanku di Duesseldorf waktu sempat kerja internship disana. Nah... tahun 2004, setelah Agha lahir... aku kok agak kuper soal web site terbaru... tauku cuman frontpage aje... Ternyata... para Ibu2 sekarangpun udah mulai terjun ke dunia maya.... Blogging... Aku sampai tercekat waktu lihat webnya keluarganugraha.net... waw! That's exactly what I want! Aku browsing... ternyata teman2 yang kukenal di Muenchen malah udah berblogging ria... Si baik hati Dwi.... Dari Dwi aku belajar gimana bikin blog... aku telpon Dwi dan Dwi ngasih tipsnya... Untuk berblog pake template yang dah jadi sih gampang2 aja.. Cuman aku kok penasaran gimana untuk ganti kulitnya... Nah... akhirnya setelah kukutak katik jadilah blogku yang pertama dengan kulit yang lumayan cantik... hehe... Nah dari situ aku liat.. banyak para münchnerin yang berblog ria... Liat aja linknya disana... ada Nuri, Ninuk.... cool! Aku dan teman2 SMAku biasanya beremail2 dan bergogos ria via yahoogroups... nah sejak ada blog ini mulailah kurayu sahabat2ku untuk menulis di blog... liat blognya Rini sejak di Penang hingga saat ini di Banda Aceh, mengharukan dan menyenangkan baca cerita Rini terutama tentang kehidupan anaknya Ochan selama di Aceh.. jadi rindu kampuang... , Ephi, di Dekalb Amerika yang ceritanya semakin hari semakin bagus dan menarik untuk di baca. Si Mak Gogos Riva akhirnya berblog ria juga.. soalnya kita2 udah pada malas nulis email... hahaha... By the way, Riva memang pinter sekali menulis cerita... Bravo Va... keep on writing ya... And then... dari blogger.com akupun mulai melirik multiply.com. Awalnya sih kurang suka... terlalu rame dan heboh rasanya... Berhubung para Münchnerin teman2ku pada ngetem disana semua.. ya ikut2an ajalah.... sebut aja si cerdas Echa yang isi blognya tentang kesehari2an hidupnya bersama dua anak2nya dan suaminya di Landsberg am Lech... Banyak tips yang bagus disana... Dwi Saad yang bersuamikan orang Pakistan yang baik banget juga kayak Dwi (emang orang baik dapat yang baik ya :)). Banyak cerita menarik dari Dwi disana... apalagi semasa mertua dan adik iparnya disini, Dwi rajin mengupdate blognya dengan foto dan cerita menarik... Kemudian ada Ina... yang anaknya Maryam dan Nadine.. lutttuuuu beneeer... kalau bisa di cubit lewat layar ... dicubitin deh pipinya... hihi... And then ada Elsa si burung camar yang suaranya kalau nyanyi bagus banget... baru tau aku kalau elsa hamil dari blognya... ceritanya lucu2 bener... apalagi cerita pas valentine... hihihi... yang mengejutkanku.. mpok Aas juga punya blog! Suaaallluttt aku as... mana ceritanya lucu-lucu banget... hihihi.. cerita suaminya yang disangka dokter bikin aku bukan hanya senyum2... tapi beneran ketawa ngakak... hahaha... pinter ngelawak ternyata Aas... diam2 menyimpan bakat jadi saingan Tukul... hihihi... .. terus ada Monik si pinter bikin kartu.. dan dan dan... yang ternyata rame dan menghubungkan satu sama lain.... Networking.... Social Networking... Ingat cerita Trio Detektif... hubungan dari hantu ke hantu....??? Maksudnya informasi didapat dari jaringan. Waktu itu Jupiter butuh informasi tentang A, dia nelpon B, B nanya ke C ..dan seterusnya... begitu juga dengan social networking kita... yang satu bilang... psst..dia ada blog (lewat contact,atau comment) ... yang lain nyambungin lagi ke temannya... pssst... dia ada blog baguss.... psssst... begitu seterusnya... Terus.. apa hubungannya dengan Web 2.0 tadi? Itulah dia.. Web 2.0 is all about social networking... Yang berperan disini adalah kita.. people... community.... Ingat Web 1.0 dimana kita hanya bisa melihat dan membaca tanpa bisa ikut terlibat lebih dalam, tanpa rasa ikut memiliki dan menjadi bagian... Sekarang... kuncinya adalah people... Sampai majalah Time memberikan award tahun 2006 Time's Person of the year untuk "You" .. yaitu orang-orang yang berperan dalam komunitas di dunia maya... ya kita-kita ini.... :))) Sebut saja Flickr, del.icio.us, Youtube, Friendster, Myspace, Facebook, Wikipedia, Skype, Amazon.com, the amazing Google, ... mereka semua the main player behind Web 2.0 application. Technology2 baru yang berperan misalnya XML, xHTML, RSS, CSS, Ruby, Phyton, PHP, JavaScript, RIA, AJax, Mashup, Folksonomies and tagging n masih banyak lagi.... Thanks to all of these technologies.... muaaachhh... love you all... hihihi... Soalnya karena beliau beliau inilah kita bisa nonton Tukul and Sinetron Indonesia di Youtube, bisa ngomong murah lewat Skype and Yahoo, bisa nonton Liputan6.com, bisa baca kompas.com and republika.co.id, bisa searching2 resep di google, bisa baca blognya Maia Ratu... hihi... Upik pernah bilang.. kalau enggak ada TV mah masih bisa... kalau internet kagak berfungsi... itu baru bikin puyeng... na lo....!!! Tanpa sadar Internet benar2 udah jadi bagian dari kita.... hehehe

Dilbert Web 2.0 (http://www.dilbert.com/)


Nah... what will be the next after Web 2.0? Web 3.0 tentu saja... kita tunggu aja kejutan apalagi ya... :)

Wednesday, September 17, 2008

Dimana Pippi Langstrümpfe sekarang?


Pulang sekolah Agha nanya, „Ma, apa Mama tau Pippi Langstrümpfe“? Kenapa rupanya Bang…. Si Abang ditanya ketawa ketawa aja, karena dia merasa lucu aja dengar nama Pipi Langstrümpfe alias "Pippi si kaus Panjang" Cuman buat Mamanya jadi penasaran, soalnya waktu Mama masih kecil fans berat sama Pippi si kaus panjang dan karya Astrid Lindgren lainnya. Masih dalam ingatan Mama bagaiman senangnya Mama membaca buku2 karya Astrid Lindgren dulu... Pippi si Kaus Panjang, Pippi di negeri Takka Tukka... aduh lucunya....:) cuman dulunya si Mama ga pernah nonton filmnya....! Keknya Mama pernah nonton justru pas udah nyampe di Jerman, pas masih jaman kuliah dulu... hehe.. masih sendiri! :)




Akhirnya iseng Mama nyari DVDnya dan nemu serial yang pertama di Hertie. Di seri ini di ceritakan pada saat Pippi datang di Villa Kunterbunt dan akhirnya berteman dengan tetangganya Tommi dan Annika. Mereka terheran2 karena Pippi tinggal sendiri dan boleh berbuat apa saja yang selama ini dilarang oleh ortunya. Pippi mau jungkir balik, naik ke atap, dan segala asikan bermain yang selama ini dilarang, boleh dilakukan Pippi. Yang menarik, Pippi si anak kapten bajak laut ini punya sekoper uang emas. Dengan uangnya itu Pippi mentraktir anak2 sekampung untuk beli mainan dan permen2. Pippi yang sangat kuat, bisa mengangkat kuda, mengangkat dua polisi dewasa sekaligus, sama sekali tak punya rasa takut. Sesekali dia bercerita pada Mamanya di atas langit mengenai kegiatannya hari ini…Menurut Pipi mamanya … hmm…. adalah seorang malaikat.


Tiga Sahabat: Tommy, Pippi dan Annika


Agha rupanya takjub sekali dengan cerita Pippi. Setelah berulang2 di tonton, akhirnya Agha bertanya, „Ma, apa boleh kita main ke rumah Pippi? Dimana dia tinggal? Berapa umur dia Ma?“ Hihi… Bang Pippi rumahnya jauh di Swedia, sekarang yang jadi Pippi itu udah besar. „Sebesar apa Ma? Sebesar Monster?“ heheh… Enggaklah Bang, sebesar Mama… maksudnya dia udah dewasa…“ Abang mau liat Pippi udah besar Ma…


Pippi kecil dan Pippi besar :)

Akhirnya si Mama sibuk utak atik google dan nemu link khusus untuk Pippi si kaus panjang. Sang pengarang Astrid Lindgren rupanya udah meninggal pada usia 94 tahun. Si pemain Pippi si kaus panjang yang bernama Inger Nilsson (lahir 1959)…. Rupanya sekarang sudah berusia 49 tahun, bekerja sebagai seorang sekretaris. Tampaknya hidupnya kurang berhasil akibat image sebagai Pippi yang melekat erat pada dirinya. Bahkan cerita „Pippi“ saat ia memerankan seorang Pippi Langstrümp dia selalu dianggap seorang anak yang kuat dan tabah. Sehingga pernah sekali saat dia sakit di rumah sakit dan menangis, sang suster berkata „Kamu adalah Pippi si Kaus Panjang, dan Pippi tidak pernah menangis…“ Hehe… Bagaimana nasib Annika dan Tommi? Ternyata Annika sekarang tinggal di Mallorca sebagai seorang perawat bersama anak laki2nya. Tommi menjadi seorang Manager yang sukses. Lucunya mereka bertiga tidak berhasil dalam hubungan dengan partner masing2.

Inger Nilsson bersama patung Astrid Lindgren


Pada saat Ulang tahun Astrid Lindgren yang ke 100, TV Jerman ARD (Gunter Jauch) mewawancarai ke-3 tokoh ini. Well... well... ternyata menarik juga ya untuk mengetahui bagaimana kisah hidup selanjutnya dari para pemeran di film Pippi Langstrümpf ini... Gara2 Abang Agha... jadi ada cerita untuk blog juga deh... :) Bravo Pippi... Bravo Astrid Lindgren ... :)


Link: Interview with Inger Nilson: http://de.youtube.com/watch?v=mODLpYepmj8 Stern TV: 100 Jahre Astrid Lindgren http://www.stern.de/tv/sterntv/:100-Jahre-Astrid-Lindgren-Pippi,-Tommy-Annika-Günther/601822.html http://www.stern.de/tv/sterntv/601831.html?backref=%2Ftv%2Fsterntv%2F%3A100-Jahre-Astrid-Lindgren-Pippi%2C-Tommy-Annika-G%25FCnther%2F601822.html&cp=1

Wednesday, November 07, 2007

Tamu Istimewa di Rumah Biru


Maaf ni blom sempat bikin cerita tentang perjalanan Icut di Eropa, terutama saat berkunjung ke rumah biru. Jadi buat yang penasaran (Rini, Lidar, Ephi, Anum :), nikmati aja foto ini dulu ya... :) :) :)


Icut n B Edy baru nyampe di stasiun Munich, 1 Nov jam 8.56


Di S-Bahn S8 dari Tuerkenfeld ke Munich


Dekat Viktualienmarkt, Munich,

Mesra doong sama Mimi tercinta... eheem :)


Masih mimpi bisa foto sama Cut Anda di Marienplatz Munich (tempat favoritnya Habibie)


Cukup dulu ya... ntar di upload lagi... sabaaaar... huehehehe...

Wednesday, November 01, 2006

Selamat ulang tahun ke-1 Shifa!

Dek Shifa cantik sayang mama buah hati.... Selamat ulang tahun yang pertama cintaku.... Semoga Adek sehat selalu, tambah pinter, tetap gemessin dan baik hati... Doa Mama dan Papa selalu buat Adek Shifa tersayang ya nak.. Hmmuach.... Hari ini 1 November 2006, 1 tahun umur Shifa Semakin indah dan cantik, "the most beautiful creature in the world" :D Semakin pintar dan lucu... Udah pinter jalan pas umur 10 bulan Udah makan nasi pas umur 9 bulan (ogah bubur2an lagi) Yang ga bisa bobo nyenyak kalo blom makan nasi... hehe ... Yang suka bobok diketiak mama sambil mimik susu.... Udah pinter kasih "kussss" untuk abang Agha, Mama dan Papa (kasih kussnya adek buka mulut besar2 dan masukin hidung papa, mama atau abang ke mulut adek... hoaaaaah...wangiii!) Udah pinter nelpon, ambil telpon, tarok di kuping, bergaya... sambil bilang... "oooo... haoooo...." Di kasih julukan "limbhit limbhit" karna adek cantik dan lieeeebt.... Segudang lagi deh dek..... tentang Adek ga kan abes2 nya kalau Mama nulis disini ... :D

Wednesday, February 08, 2006

Jida dah nyampe

Alhamdulillah akhirnya sampe juga Jida Medan di Muenchen setelah melalui perjalanan panjang dari Medan lewat Kuala Lumpur, transit lagi di Dubai dan akhirnya nyampe di Munich, Jerman. Walaupun capek, senang juga dong Jidanya pas ngeliat Agha dan Adek Shifa.... apalagi pas kebetulan salju juga turun... jadi surprise... Tanggal 7.02 jam 8.50 dari Medan, Jida nyampe di Kuala Lumpur jam 10.45. Jida masih harus nunggu sekitar 14 jam di airport Kuala Lumpur untuk menuju Munich melalui Dubai. Alhamdulillah semua berjalan lancar di Kuala Lumpur. Jam 00.30 dari Kuala Lumpur, Jida berangkat ke Dubai. Nyampe di Dubai jam 03.45 dan jam 08.05 berangkat lagi dari Dubai. Agha, Shifa, Papa dan Mama udah nunggu Jida di airport. Ternyata pesawat yang seharusnya nyampe jam 11.45 terlambat karena jeleknya cuaca. Akhirnya Jida baru landing jam 12.21.. pas kontrol di bea cukai sempat ada sedikit problem... Alhamdulillah ga ada masalah... cuman nanya undangan dan tiket aja rupanya... Akhirnya jam 12.30 barulah Jida ketemu kita semua... Senang sekali Jida pas jumpa kita semua terutama Agha dan Shifa... dan kita juga senang sekali ketemu Jida ya.. akhirnya nyampeeee juga Jida di Jerman! :) Dari Munich airport kita naek S-Bahn S8 menuju ke rumah dan turun di Fuerstenfeldbruck. Sepanjang perjalanan semua daerah telah diliputi salju dan kebetulan salju lagi turun dengan lebatnya.... Nyampe di FFB kita naik bis menuju rumah, kali ini Jida dihujani badai salju! Cuman 10 menit kita dah nyampe di rumah. Jida langsung report ke Medan dan Jakarta kalau Jida udah sampe dengan selamat di Munich.. so... welcome Jida... we hope you enjoy your day here with us! Untuk Enjit, Ummi Fenti/Abi Naldi/Abang Aqil/dek fakhri, Om Edy/Bunda Lily/abang Daffa/Riska, Tante Sari/Om Fawzy/Adek Naja, Cek Mami beserta seluruh keluarga tercinta di Medan, Aceh dan Jakarta, berikut beberapa foto pas Jida baru nyampe di Munich airport.


Jida pas lagi nunggu passkontrolle (kontrol paspor)


Suasana pas lagi nunggu cek paspor



Papa dan Agha lagi nungguin Jida


Adek Shifa nunggu Jida di Kinderwagen, bobok! :)



Senangnya Papa dan Agha Jida dah datang :)


Jida cerita, Agha sibuk sama croissant :)



Duduk dulu bentar di airport sebelum pulang ke rumah di FFB



Pas nyampe di rumah, sambil gendong Shifa dan Agha duduk disamping,


Jida nelpon Tante Sari di Jakarta dan Umi Fenti di Medan